- 26 Mei 2015
Senin, 08 Juni 2015
On 19.58 by Zuhdi Amin No comments
Tidak ada' beras plastik, tegas Kapolri
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan pemeriksaan ulang sampel beras yang dicurigai plastik menunjukkan hasil negatif.
Bagaimanapun
sementara masyarakat yang kini merasa lega menyesalkan pemerintah yang
tak bertindak cepat sebelum muncul keresahan.Tini -seorang pekerja rumah tangga di Jakarta- mengatakan, "Saya jadi tak ragu lagi kalau beli beras. Soalnya kemarin, katanya ada kios yang sampai ditutup segala. Sempat bingung."
Senada dengan itu, Yuli, seorang guru di Jatiwangi, Jawa Barat, mengatakan, "Lega sekali, bahwa itu cuma isu. Tapi mestinya pemerintah lebih cepat bertindak biar tidak jadi isu. Kan kemarin-kemarin kami resah. Soalnya beras kan kebutuhan makan sehari-hari."
Kelegaaan itu muncul melalui Kapolri Badrodin Haiti, dalam jumpa pers usai rapat terbatas di kantor kepresidenan, Selasa (26/05).
Pengambilan sampel
Disebutkan Badrodin, memang hasil pemeriksaan Sucofindo pekan lalu 'menunjukan hasil positif, sehingga sehingga Wali Kota Bekasi saat itu menyampaikan ke media bahwa beras sampel yang diperiksa Sucofindo mengandung bahan plastik.""Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium forensik (Polri), BPOM, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, hasilnya negatif, tidak ada unsur plastik."
Sebelumnya dalam acara di kantor walikota Bekasi, Kamis (25/5), Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adisam NZ, mengatakan, mereka memeriksa dua sampel yang diberikan oleh Dinas Perdagangan Bekasi.
Perbedaan hasil pemeriksaan, kata Kapolri Badrodin Haiti, menimbulkan dugaan soal kemungkinan-kemungkinan salah pengambilan sampel, tambah Badrodin.
"Kemudian saya bersama Menteri Perdagangan (Rahmat Gobel) mendatangi Sucofindo, menanyakan proses pemeriksaan dan meminta sampel yang masih tersisa di Sucofindo. Kemudian kami periksakan lagi ke (laboratorium) BPOM dan laboratorium Polri. Hasilnya juga negatif."
"Oleh karena itu, Kami simpulkan bahwa beras yang diduga plastik tidak ada."
Tak masuk akal
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang mendampingi Kapolri menambahkan ia sampai bertanya kepada menteri luar negeri lain, khususnya Mendag Cina, karena muncul desas-desus tentang beras palsu produksi Cina."Menteri Perdagangan Cina menjawab akan membantu menelusurinmya namun memastikan bahwa beras plastik tak pernah ada di Cina."
Seorang doktor fisika yang memimpin sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi bahan plastik, Hasanudin Abdurakhman, mengakui bahwa jika Sucofindo melakukan pemeriksaan dengan peralatan infra merah maka tidak bisa dibantah bahwa memang unsur plastik dalam sampel beras yang mereka uji.
"(Perusahaan di) Cina memang sering memproduksi yang aneh-aneh. Tapi kalau memproduksi beras palsu dari plastik, tidak masuk di akal dari segi produksi dan dari segi ekonomi," tambahnya.
Karena harga bahan dasar plastik -bahkan yang daur ulang- akan lebih mahal dari beras dan teknologi untuk memproduksinya juga tidak bisa yang terlalu sederhana.
Lebih-lebih plastik tak bisa dicerna dan gampang dikenali rasanya yang asing oleh lidah.
"Ini berbeda dengan kasus bakpao isi daging campur kardus beberapa waktu lalu. Selain kardus jauh lebih murah dari daging, juga kardus bisa dicerna oleh perut," tandas Hasanudin, bekas dosen UGM yang menyelesaikan gelar doktornya di Jepang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Lampung, 21/12/2014. Sambungan dari Hari ini Temu Alumni Kalibeber......... Para Alumni Santri Al Asy'ariyyah mayoritas yang hadir...
-
Tata Cara Umroh Bila berangkat dari Madinah : 1. Menuju tempat miqat (tempat mulai niat umroh da...
Recent Posts
Sample Text
Blog Archive
- Juni (70)
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar